Since24News.com|Simalungun – Pematang Raya – Perhelatan Siantar English Club Open Tournament V yang berlangsung di Aula SMP Negeri 1 Pematang Raya, Sabtu (30/5), berlangsung sukses dan mendapat sambutan antusias dari kalangan pelajar, guru, dan pemerhati pendidikan. Kegiatan yang dipusatkan di ibu kota Kabupaten Simalungun tersebut diikuti lebih dari 300 peserta dari berbagai sekolah di Kabupaten Simalungun dan Kota Pematangsiantar.
Dalam kompetisi yang mempertandingkan cabang English Speech, Story Telling, English Olympiade, Singing Competition, dan Coloring Contest, sejumlah sekolah berhasil menunjukkan prestasi yang membanggakan.
Pada jenjang Sekolah Dasar, SD RK Bintang Timur Pematang Raya tampil sebagai kekuatan utama dengan meraih hampir seluruh gelar juara yang diperebutkan. Dominasi tersebut terlihat pada cabang English Speech, Story Telling, English Olympiad, hingga Coloring Contest. Keberhasilan itu menjadi bukti nyata keseriusan sekolah dalam membangun budaya belajar Bahasa Inggris sejak usia dini.
Sementara pada tingkat SMP, SMP Bintang Timur Pematangsiantar juga menunjukkan performa yang tidak kalah gemilang. Sekolah tersebut berhasil menguasai berbagai kategori lomba, khususnya English Speech, Story Telling, dan English Olympiad. Para peserta tampil dengan kemampuan komunikasi yang baik, penguasaan materi yang matang, serta kepercayaan diri yang tinggi saat berkompetisi.
Adapun pada tingkat SMA, SMA Negeri 1 Pematang Raya berhasil mencuri perhatian dengan memboyong sejumlah trofi juara pada cabang English Olympiad, Story Telling, dan English Speech. Prestasi tersebut sekaligus menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Simalungun karena mampu bersaing dan menunjukkan kualitas akademik yang sangat baik.
Tahun ini, Siantar English Club mengangkat tema “Semangat Baru Simalungun Menuju Simalungun Maju.” Tema tersebut mengandung pesan bahwa kemajuan daerah harus diawali dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda yang memiliki kemampuan akademik, kreativitas, karakter, dan keterampilan berbahasa asing untuk menghadapi tantangan global.
Ketua Siantar English Club, Chandra Turnip, M.Li, mengatakan bahwa kegiatan tersebut sengaja dirancang sebagai ruang belajar sekaligus sarana evaluasi kemampuan Bahasa Inggris para siswa.
“Kami ingin memberikan wadah kepada siswa yang selama ini telah belajar Bahasa Inggris agar dapat menguji kemampuan mereka dalam suasana kompetisi yang sehat. Prestasi tidak hanya diukur dari nilai di kelas, tetapi juga dari keberanian tampil dan menunjukkan kemampuan di hadapan publik,” ujarnya.
Menurut Chandra, terdapat empat nilai utama yang ingin ditanamkan kepada seluruh peserta melalui kegiatan tersebut. Pertama, membangun keberanian berbicara dan rasa percaya diri. Kedua, menumbuhkan kreativitas serta kemampuan menginspirasi orang lain. Ketiga, membentuk karakter kompetitif yang tetap menjunjung tinggi sportivitas. Keempat, memperkuat semangat kebersamaan dalam memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Simalungun.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari berbagai kalangan pendidikan. Salah seorang kepala sekolah yang memberikan sambutan, Edward Sinaga, menilai bahwa kompetisi Bahasa Inggris merupakan kebutuhan penting bagi guru maupun siswa.
Menurutnya, kehadiran Siantar English Club telah membuka ruang yang selama ini dibutuhkan sekolah untuk mengukur hasil pembelajaran Bahasa Inggris sekaligus meningkatkan kualitas peserta didik.
“Melalui kegiatan seperti ini, siswa belajar tampil lebih berani, kreatif, dan inovatif. Guru juga memiliki kesempatan untuk melihat hasil pembinaan yang selama ini dilakukan di sekolah,” katanya.
Ia menambahkan, pelaksanaan kompetisi Bahasa Inggris berskala besar di Pematang Raya merupakan momentum yang sangat berharga bagi dunia pendidikan di Kabupaten Simalungun.
Hal serupa disampaikan guru Bahasa Inggris, Ira Sinaga, S.Pd. Menurutnya, kegiatan kompetitif seperti ini menjadi sarana yang efektif untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan metode pembelajaran yang lebih kreatif dan menarik.
“Kegiatan ini bukan hanya memberikan manfaat kepada siswa, tetapi juga kepada guru. Kami termotivasi untuk terus meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris dan menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif di sekolah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Pematang Raya, Lamhot Saragih, menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan yang berorientasi pada pengembangan keterampilan siswa.
Ia menilai bahwa kompetisi akademik mampu meningkatkan motivasi belajar siswa sekaligus mendorong sekolah untuk terus melakukan inovasi dalam proses pendidikan.
“Karena kegiatan ini sangat positif dan memberikan manfaat besar bagi peserta didik, kami merasa bangga dapat menjadi tuan rumah pelaksanaan Siantar English Club Open Tournament V,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Simalungun turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Mewakili pemerintah daerah, Kasi Kelembagaan dan Penjamin Mutu Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun, Niat Liharman, S.Pd., M.Si, menegaskan pentingnya keseimbangan antara pelestarian budaya lokal dan penguasaan bahasa internasional.
Dalam sambutannya, ia mengajak para peserta untuk mengamalkan semboyan “Cintai Bahasa Lokal, Kuasai Bahasa Asing.”
Menurutnya, generasi muda harus tetap menjaga identitas budaya melalui bahasa daerah, namun pada saat yang sama juga dituntut menguasai Bahasa Inggris sebagai bekal menghadapi persaingan global.
“Bahasa daerah adalah jati diri dan warisan budaya yang harus dijaga. Namun kemampuan berbahasa Inggris juga menjadi kebutuhan penting agar generasi muda mampu bersaing dan meraih peluang yang lebih luas di masa depan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan pesan Bupati Simalungun kepada seluruh peserta agar terus bersemangat belajar, berani berkompetisi, dan menjadikan prestasi sebagai jalan untuk meraih cita-cita.
“Teruslah belajar, teruslah berprestasi, dan jadilah generasi yang mampu membawa Semangat Baru Simalungun Menuju Simalungun Maju,” pesannya.
Keberhasilan penyelenggaraan Siantar English Club Open Tournament V menjadi bukti bahwa minat dan potensi pelajar di bidang Bahasa Inggris terus berkembang. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang mampu melahirkan generasi muda Simalungun yang unggul, berkarakter, serta siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (Snc)









