Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 468x60
HukumNusantara

Bupati Pati dan Wali Kota Madiun Kena OTT Mensesneg Prihatin, KPK Akui Sempat kesulitan

×

Bupati Pati dan Wali Kota Madiun Kena OTT Mensesneg Prihatin, KPK Akui Sempat kesulitan

Sebarkan artikel ini
Gbr : Bupati Pati Sudewo kena OTT KPK terkait jual beli jabatan.

Since24News.com|Jakarta – Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi prihatin dengan adanya dua kepala daerah yang terjerat operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (19/1/2026). Operasi itu berujung pada penetapan tersangka Wali Kota Madiun Maidi dan Bupati Pati Sadewo.

“Tentunya kami prihatin kembali terjadi operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh KPK,” kata Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Prasetyo mengatakan bahwa ini menjadi bukti bahwa permasalahan korupsi memang harus diperangi secara bersama. Seperti yang sering diungkapkan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai kesempatan.

“Itu membuktikan bahwa betul-betul masalah korupsi ini menjadi sesuatu pekerjaan rumah yang harus bersama-sama kita perangi. Berkali-kali dalam berbagai forum, bapak presiden terus mengingatkan hal tersebut,” kata Prasetyo.

Diketahui kasus yang menjerat Wali Kota Madiun Maidi berkaitan dengan kasus dugaan fee proyek dan dana corporate social responsibility (CSR) di kota Madiun. Sedangkan kasus yang menjerat Bupati Pati Sudewo berkaitan dengan suap jual beli jabatan.

Sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku sempat mengalami kesulitan saat melaksanakan operasi tangkap tangan atau OTT terhadap Bupati Pati Sudewo.

Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengonfirmasi adanya kesulitan tersebut.

“Terkait dengan adanya kesulitan, iya,” kata Asep dalam keterangannya di Jakarta pada Selasa (20/1/2026), dilansir dari Kompas TV.

Ia menjelaskan kesulitan yang dihadapi karena pihaknya perlu melakukan pemeriksaan hingga berjam-jam untuk mengetahui hubungan orang-orang yang terlibat, serta menyusun konstruksi perkaranya.

“Kita enggak tahu ini siapanya orangnya, apa kaitannya? Baru kita tanya kepala desa yang lain, baru kita tanya para perangkat desa, itu baru ketahuan, ‘Oh orang ini, si ini, si ini. Bagiannya si ini, si ini’,” ujar Asep.

Selain itu, lanjut Asep, penyidik juga mengalami kesulitan lain karena ada pihak yang telah diamankan, namun masih berusaha mengelak.

“Kesulitan kami menghubungkannya dan lain-lain. Belum lagi mereka enggak ngaku,” tutur Asep.

“Mereka juga mungkin pas kami amankan sempat kasih tahu yang lain. Yang dikasih tahu, ada juga HP-nya (telepon seluler) yang sudah direset.”

Meskipun demikian, Asep menyebut hal itu merupakan bagian dari dinamika kerja KPK di lapangan. (Snc)