Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 468x60
Uncategorized

5 Jenazah Sekeluarga Dikubur Dalam Satu Lubang, Diduga Korban pembunuhan

×

5 Jenazah Sekeluarga Dikubur Dalam Satu Lubang, Diduga Korban pembunuhan

Sebarkan artikel ini
Gbr : Polres Indramayu saat melakukan evakuasi terhadap 5 Jenazah sekeluarga yang dikubur dalam satu lubang, diduga korban pembunuhan.

Since24News.com|Indramayu – Warga Kelurahan Paoman, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, digemparkan oleh penemuan lima jenazah dalam satu lubang di sebuah rumah. Peristiwa ini terjadi pada Senin (1/9/2025) sekitar pukul 17.00 WIB, setelah keluarga korban melaporkan hilangnya komunikasi dengan penghuni rumah tersebut selama beberapa hari.

Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, menjelaskan bahwa laporan awal datang dari warga yang curiga dengan kondisi rumah korban yang sepi dan terkunci. “Kelima jenazah ini diduga satu keluarga yang menempati rumah dengan alamat tersebut,” ujar Tarno pada Selasa (2/9/2025), dilansir dari Kompas.com.

Saat dilakukan pengecekan, keluarga korban menemukan gundukan tanah mencurigakan di belakang rumah.

Setelah digali, terlihat kaki manusia yang kemudian diketahui adalah H Sahroni (75). Penggalian dilanjutkan hingga akhirnya ditemukan empat jenazah lain.

Identitas korban dipastikan merupakan satu keluarga yang terdiri dari tiga orang dewasa dan dua anak. Mereka adalah H Sahroni (75) selaku ayah mertua, pasangan suami istri Budi (45) dan Euis (40), serta dua anak mereka, R (6) dan B (3). Keterangan dari warga setempat menyebut bahwa keluarga ini dikenal cukup tertutup.

Meski demikian, warga merasa aneh karena dalam beberapa hari terakhir tidak ada aktivitas dari rumah tersebut. Hingga akhirnya, bau busuk yang menyengat membuat warga semakin curiga.

Sukarta (50), warga yang memiliki bengkel motor di depan rumah korban, mengaku mencium bau tidak sedap sejak Minggu (31/8/2025).

“Awalnya saya kira bangkai tikus, tahu-tahunya bau itu dari mayat korban,” ujarnya.

Penemuan ini sontak membuat warga sekitar geger. Okta (38), salah seorang warga, mengatakan bahwa keluarga korban pertama kali menyadari ada kejanggalan karena sulit menghubungi mereka. Saat rumah didatangi, kondisi terkunci rapat dan tidak ada tanda-tanda kehidupan di dalam.

“Itu Senin sore kejadiannya, di sini sudah ramai. Terus pintunya didobrak,” ungkap Okta. Menurutnya, saat keluarga dan warga memeriksa bagian belakang rumah, mereka menemukan gundukan tanah mencurigakan.

Setelah digali, ditemukan jenazah H Sahroni, yang kemudian disusul penemuan empat jenazah lainnya.

Mendapati laporan warga, aparat dari Polsek Indramayu Kota, Satreskrim Polres Indramayu, dan tim Inafis langsung bergerak melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi kemudian memasang garis polisi di sekitar rumah untuk mencegah warga masuk ke lokasi. Dari hasil olah TKP, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu buah cangkul, satu ember kecil, seprei biru dengan bercak darah, serta terpal biru yang juga terdapat bercak darah.

Seluruh jenazah dievakuasi ke RS Bhayangkara Losarang, Indramayu, untuk dilakukan otopsi. “Jenazah ini terdiri dari 3 orang dewasa dan 2 anak-anak. Perihal kejadian ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh Satreskrim Polres Indramayu,” kata AKP Tarno.

Hingga kini, motif di balik tewasnya satu keluarga ini belum diketahui. Namun, sejumlah warga menduga peristiwa ini berkaitan dengan tindak pembunuhan.

Kecurigaan semakin kuat lantaran menantu keluarga tersebut diduga tidak berada di rumah saat penemuan mayat terjadi. “Awalnya bapaknya saja (Sahroni), warga curiga pelakunya itu anak mantunya karena hilang tidak ada di rumah,” ujar Okta.

Meski demikian, pihak kepolisian belum mengonfirmasi hal tersebut dan masih terus mendalami kemungkinan motif serta pelaku yang terlibat dalam tragedi ini. Sejak penemuan itu, lokasi rumah keluarga korban ramai didatangi warga yang penasaran. Namun, polisi segera mengamankan lokasi dengan garis polisi agar proses penyelidikan berjalan lancar.

Bau menyengat yang berasal dari gundukan tanah semakin memperkuat dugaan bahwa para korban sudah terkubur setidaknya selama dua hari. (Snc)