Since24News.com|Pematangsiantar – Seleksi Wawancara Calon Direktur Umum (Dirum) dan Dewan Pengawas (Dewas) Perumda Tirtauli Pematangsiantar yang digelar pada hari Senin (15/9/2025) disoal Warga dan berbagai kalangan. Pasalnya, beredar informasi Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi selaku Kepala Pemegang Modal (KPM) Perumda Tirtauli (BUMD) mendelegasikan Sekda Junaidi Sitanggang sebagai Pewawancara terhadap Peserta seleksi.
Seyogianya selaku Pemangku wewenang penuh KPM Perumda Tirtauli, Warga mengharapkan agar Wesly langsung berhadapan dengan para Peserta calon Dirum dan Dewas untuk melakukan wawancara untuk mengetahui visi misi Calon dalam memajukan Perusahaan air minum tersebut.
Berbagai dugaan pun muncul akibat Wesly tidak berhadapan langsung dengan para Calon yang mengikuti seleksi akhir wawancara.
Sebagai salah satu Pemerhati perkembangan kota Pematangsiantar, KN menduga tindakan Wesly mendelegasikan Sekda sebagai Pewawancara dikarenakan Wali Kota tersebut menghindari para Peserta seleksi untuk bertemu karena dirinya berada dalam posisi dilema.
“Yah, seperti pembahasan sebelumnya ya, seperti untuk Posisi Dewas yang mengikuti Wawancara itu ada 5 orang yang terdiri dari 2 dari Pemerintahan dan 3 dari independen dengan catatan yang akan lolos di posisi Dewas hanya 3 orang yaitu 1 dari Pemerintahan dan 2 dari independen, ini yang kita duga menjadi dilema bagi Wesly,” bilang KN mengomentari.
“Kalau kita melihat ya dan ini dugaan kita, Wesly sebagai KPM Perumda Tirtauli sengaja menghindari bertemu langsung dengan 3 orang dari independen yang ikut seleksi wawancara itu, karena ketiga orang itu memiliki hubungan kedekatan dengan Wesly, sulit bagi Wali Kota untuk menyingkirkan salah satu dari 3 orang ini,” pungkas KN.
Alumnus Aktivis ini menambahkan, “Dengan mendelegasikan Sekda sebagai Pewawancara kita juga menduga bahwa Wali Kota Wesly berusaha memposisikan dirinya agar tidak tersandung dengan kritikan dan tuntutan dari pihak Ketiga peserta Wawancara dari unsur independen tersebut bilamana 1 dari antara mereka akan tersingkir,” terangnya, Selasa (16/9/2025) sore.
Dugaan lainnya mengatakan dengan tidak hadir sebagai Pewawancara merupakan ilmu selamat bagi Wesly Ketika menyingkirkan salah satu peserta dari calon independen, sehingga segala sesuatunya akan dilimpahkan kepada Panitia seleksi, Tim Penguji hingga Pewawancara.
“Yah bisa jadi, kita duga juga seperti itu,” ucap KN.
Diberitakan sebelumnya 2 Orang dari unsur independen yang ikut seleksi Calon Dewas Perumda Tirtauli adalah Ilal Mahdi yang diduga dan disebut-sebut sebagai eks Ketua Tim sukses pemenangan pasangan Wesly-Herlina dalam proses Pilkada 2024. Kemudian Tonggo Hutagaol adalah yang diduga dan disebut-sebut sebagai Saudara kandung Sekretaris Tim Sukses pemenangan pasangan Wesly-Herlina.
Sekda Pematangsiantar Junaedi Sitanggang Ketika dikonfirmasi terkait kebenaran dirinya Bertindak sebagai Pewawancara Calon Dirum dan Dewas Perumda Tirtauli hingga saat ini belum memberikan tanggapan. (Snc)











