Since24News.com|Pematangsiantar – Banyak masyarakat Kota Pematangsiantar menilai dan mengatakan, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Uli tak punya planning yang matang.
Pernyataan ini disampaikan menanggapi banyaknya jalan rusak akibat pekerjaan galian pipa PDAM mereka di beberapa sudut Kota yang sampai saat ini belum juga ditutup dan diaspal kembali.
“Kita minta PDAM punya perencanaan yang lebih baguslah. Ketika mereka melubangi jalan, sampaikan dulu kepada pemerintah minimal Camat, agar masyarakat tahu akan ada penggalian. Hari ini kan tidak seperti itu. Jalan baru diaspal dilubangi lagi. Ini kan juga tidak ada planning yang matang,” terang Muflihun, masyarakat asal Kelurahan Bantan.
Muflihun, menegaskan, pihak PDAM harusnya segera merekondisi jalan akibat pekerjaan galian tersebut tidak seperti yang terjadi saat ini seperti ditemui awak media di beberapa sejumlah ruas, bahkan jalan-jalan besar.
Bukan hanya itu, pemerhati Kota Siantar itu juga meminta PDAM Tirta Uli wajib mempunyai planning atau perencanaan yang lebih baik. Sehingga jalan rusak bekas galian tidak dibiarkan begitu saja terlalu lama.
“Saya minta ke depan ada penjelasan, saya minta tolong kepada Media bahwa berita ini diinformasikan kepada camat, lurah, RT/RW, bahwa di tempat ini ada penggalian yang sudah lama tidak diaspal lagi,” tegasnya.
Meski tak menampik warga Kota Siantar memang butuh air bersih dan juga menjadi prioritas, namun dalam teknis pengerjaannya harus punya perencanaan yang baik.
“Memang air bersih ini prioritas kita. Kita harap air ini bisa sampai kepada masyarakat dengan lebih bagus. Kita minta ya (PDAM Tirta Uli) segera menutup lagi (lubang bekas galian). Kalau kita menggali ya ditutup lagi, jangan main tinggal-tinggal aja,” pungkasnya.
Senada dengan pernyataan tersebut, sebuah akun media sosial, kepada awak media, Jumat (24/7/2026) pukul 13.00 WIB, ia juga meminta keseriusan pihak PDAM Tirta Uli untuk turun langsung mengecek beberapa ruas jalan yang keadaannya masih belum teraspal.
“Bilangkan sama Dewas dan Dirum beserta jajaranya PDAM TIRTA ULI itu supaya di perbaiki itu jalan-jalan yang Rusak Akibat Galian Pemasangan Pipa baru.
Hampir di Setiap jalan di Kota Pematangsiantar ini Hancur akibat Pemasangan pipa baru,” pungkas pemilik akun tersebut, seperti dikutip via Facebook.
Padahal menurutnya, biaya untuk setiap pemasangan pipa baru sebesar Rp2 juta dibayar oleh pelanggan air bersih.
“Jangan dihancurkan jalanan itu, pengendara yang rugi akibat PERUSDA (Perusak Daerah) PDAM TIRTA ULI itu,” bilang pemilik akun tersebut, mengaku pekerjaan galian PDAM memang menjadi keluhan masyarakat Kota Siantar akibat dampak yang ditimbulkan.Sejauh ini, awak media Since24News.com belum berhasil melakukan konfirmasi kepada para petinggi atau Humas PDAM Tirta Uli untuk mendapat jawaban terkait keluhan masyarakat. (Snc)











