Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 468x60
Berita DaerahHukum

Diduga Jadi Tempat Peredaran Narkoba dan Prostitusi Warga Girsib Desak Tutup Cafe Tanjung Dolok

×

Diduga Jadi Tempat Peredaran Narkoba dan Prostitusi Warga Girsib Desak Tutup Cafe Tanjung Dolok

Sebarkan artikel ini
Gbr : Salah satu cafe remang-remang beroperasi di nagori Sibaganding, disoal Warga karena diduga sebagai tempat prostitusi dan penyebaran narkoba.

Since24News.com|Simalungun – Forum koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Girsang Sipangan Bolon (Girsib) dan Forkopimda kabupaten Simalungun diminta untuk tidak ‘menutup mata dan telinga’ atas keresahan yang dirasakan oleh Warga Girsib atas beroperasinya beberapa Cafe minuman keras (Miras) di Huta Tanjung Dolok, nagori Sibaganding, kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Sumatera Utara.

Beberapa Cafe miras yang beroperasi hingga subuh tersebut menurut warga hampir setiap hari menimbulkan keributan sehingga timbul keresahan bagi Warga yang berdampak mengganggu keamanan dan ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).

“Hampir tiap malam ribut di cafe-cafe itu, mungkin karena terlalu banyak minum, soalnya tidak ada aturan jam beroperasinya, sampai subuh pun masih buka mereka dengan musik yang keras. Kalau ribut antar Peminum pasti pakai alat dan pecah-pecahan botol, kita khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ucap Lian Tampubolon salah seorang Tokoh Pemuda di kecamatan Girsib.

Tanjung Dolok, nagori Sibaganding, menurut Lian merupakan perlintasan dari arah Pematangsiantar menuju Parapat dan kabupaten Toba serta sebaliknya, sehingga layak dijaga ketertiban dan keamanannya.

“Kalau di daerah perlintasan itu sering terjadi keributan bahkan sampai menggunakan alat, akan berdampak orang akan hawatir melintasi ini,” ungkap Lian.

Selain menjadi ajang tempat keributan, Cafe miras Tanjung  Dolok juga diduga menjadi tempat transaksi peredaran dan penyalahgunaan narkoba serta prostitusi.

“Dengan kondisi cafe itu yang hampir setiap malam ribut kita menduga ada peredaran dan penyalahgunaan narkoba di tempat itu, kemudian tempat itu juga kita duga bukan hanya tempat minum saja tetapi juga menjadi tempat prostitusi, karena Pengelola juga menyediakan Wanita-wanita yang tugasnya menemani Peminum,” tandas Tokoh Pemuda tersebut.

“Informasi yang kita terima untuk sekali kencan para Wanita itu dibayar 300 Ribu dan ini bukan lagi katanya tapi sudah ada yang lapor sama kita, untuk itu kami Warga Girsip tidak ingin daerah kami dikotori dengan hal seperti ini, saat ini kami Warga sedang bergiat bagaimana memajukan Parapat sebagai kota Wisata untuk disenangi orang dari luar dan mau berkunjung kesini, jadi kami tidak mau Girsip dikotori,” tegas Lian.

Lian mengungkapkan ada dugaan keterlibatan Oknum Aparat sebagai Bekap sehingga para Pengelola cafe tetap membuka usahanya meskipun diduga tidak mengantongi berbagai ijin yang seyogiayanya harus dimiliki.

“Pernah salah satu Pengelola cafe mengungkapkan identitas Oknum Aparat itu, tapi kami tidak menggubris itu, karena kami merasa tidak ada hubungan Oknum itu dengan ini,” ujarnya.

Ditambahkannya, baru ini terjadi keributan besar berkedokkan Preman di Cafe yang diduga milik Pengelola berinisial Sasa. Pengelola tersebut pun diduga sengaja ‘memelihara’ Preman yang kerap menimbulkan keributan.

“Kita menduga memang Preman-Preman itu sengaja digandengnya sehingga sering terjadi keributan dan mereka (Preman) itu bukan warga Girsib,” ucap Lian.

Kata Lian, pihaknya akan mengirimkan surat desakan kepada Pemerintah untuk segera menutup semua cafe miras di Tanjung Dolok.

“Besok ya (Kamis, 18/9/2025) rencananya kami (Warga) akan mengirimkan langsung surat desakan kami kepada Forkopimcam untuk menutup semua cafe miras tersebut agar tidak ada lagi keributan yang meresahkan Warga, serta tidak ada narkoba dan prostitusi di kecamatan kami ini,” pungkas Lian.

R.Nainggolan selaku Bhabinsa nagori Sibaganding, Koramil Parapat Ketika diinformasikan terkait kondisi yang terjadi di Cafe miras Tanjung Dolok, berjanji akan menindak lanjutinya.

“Akan kita tindak lanjuti bang,” ucap Bhanbinsa tersebut melalui keterangan tertulisnya, Rabu (17/9/2025).

Terpisah, 2 dari antara Pengelola Cafe miras Tanjung Dolok masing-masing berinisial DP dan Z jait, Ketika dikonfirmasi belum berkenan memberikan tanggapan.

Lian mengaku, bahwa dirinya dan Warga telah sepakat harus menutup semua cafe miras yang beroperasi di Tanjung Dolok.

“Sudah sangat meresahkan dan mengganggu jadi harus ditutup tempat itu, desakan ini tidak gertakan atau ancaman tapi murni permintaan Warga,” bilang Lian Ketika dihubungi, Rabu (17/9/2025) sore. (Snc)