Since24news.com|Jakarta – Pelaksanaan fit and proper test dan Rapat Paripurna DPR RI, Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai calon Kapolri menjadi momentum penting
bagi institusi Polri sekaligus harapan baru bagi masyarakat Indonesia.
Anggota Komisi III DPR RI Mangihut Sinaga, SH., MH., mengatakan kepemimpinan
baru Polri harus mampu menghadirkan perubahan yang nyata, khususnya dalam
menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta meningkatkan kualitas
pelayanan kepolisian.
Polisi ke depan harus lebih peka terhadap persoalan masyarakat. Polisi harus hadir,
mendengar, melindungi, mengayomi, membenahi dan melayani. Kehadiran polisi
harus dipercaya dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, ujar Mangihut.
Menurutnya, masih terdapat sejumlah kegelisahan masyarakat yang harus menjadi perhatian serius kepemimpinan Polri ke depan, antara lain laporan yang berputar-putar, respons yang lambat, akses pelayanan yang belum merata, pungutan liar, arogansi, penggunaan kekuatan berlebihan, konflik kepentingan, keterbukaan informasi yang belum optimal serta lemahnya pengawasan.
“Ini bukan sekadar persoalan citra, tetapi menyangkut kualitas pelayanan dan
kepercayaan publik. Setiap keluhan masyarakat harus menjadi bahan evaluasi untuk membangun Polri yang lebih profesional, humanis, transparan dan akuntabel,” tegasnya.
Mangihut menilai pengalaman Suyudi Ario Seto sebagai Kapolda Banten, Wakapolda
Metro Jaya dan Kepala BNN RI menjadi bagian dari rekam jejak yang dapat menjadi
modal dalam menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks.
Ia berharap pergantian kepemimpinan dari Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada
Suyudi Ario Seto, apabila seluruh tahapan pelantikan oleh Presiden Prabowo telah
selesai, dapat membawa semangat pembaruan bagi Polri.
Tema besarnya adalah Polisi Bersama Masyarakat. Kamtibmas tidak mungkin
dibangun oleh polisi sendiri. Harus ada kolaborasi dengan masyarakat. Ukuran
keberhasilan Polri pada akhirnya adalah ketika masyarakat merasa aman, terlindungi, dilayani dan mendapatkan keadilan.
Anggota Komisi III DPR RI Mangihut Sinaga, SH., MH., menilai dua persoalan yang
harus menjadi perhatian serius Kapolri baru adalah pemberantasan narkotika dan judi
online, karena keduanya telah menyentuh berbagai lapisan masyarakat dan secara
khusus mengancam generasi muda.
“Narkotika dan judi online bukan hanya persoalan penegakan hukum, tetapi sudah
menjadi persoalan sosial yang dapat merusak masa depan generasi bangsa. Karena itu, pemberantasannya harus dilakukan secara serius, sistematis dan berkelanjutan,” ujar Mangihut.
Mangihut juga menekankan pentingnya pembersihan internal. Menurutnya, tidak
boleh ada anggota Polri yang terlibat, membantu, membekingi atau memberikan
perlindungan terhadap jaringan narkotika maupun judi online.
Komitmennya harus tegas, siapa pun yang terlibat harus ditindak sesuai hukum.
Jangan sampai pemberantasan kejahatan justru terganggu oleh oknum dari dalam
institusi sendiri. Pembenahan internal adalah bagian yang tidak terpisahkan dari
pemberantasan narkotika dan judi online.
Menurut Mangihut, keberhasilan Polri ke depan tidak hanya diukur dari jumlah kasus
yang diungkap, tetapi juga dari kemampuan menciptakan rasa aman, mencegah
generasi muda terjerumus narkotika dan judi online, serta membangun kepercayaan
Masyarakat demi Menuju Indonesia Emas, kita membutuhkan generasi yang sehat,
produktif dan memiliki masa depan.
“Karena itu, melindungi anak-anak dan generasi muda dari narkotika dan judi online adalah bagian dari tanggung jawab negara. Polri harus menjadi kekuatan utama bersama seluruh masyarakat dalam menjaga masa depan bangsa,” pungkas Mangihut.
Ia menambahkan, kepercayaan masyarakat harus dijaga melalui tindakan nyata,
bukan hanya melalui slogan.
“Harapan kita sederhana Polri semakin dekat dengan masyarakat, cepat merespons,
tegas terhadap kejahatan, tetapi tetap humanis dan menjunjung hukum serta hak
masyarakat. Polisi harus hadir, dipercaya dan dirasakan manfaatnya kedepan,” ungkap Mangihut. (Snc)









