Since24News.com|Pematangsiantar – Wesly Silalahi Wali Kota Pematangsiantar mengeluarkan 5 daftar nama Calon Dewan Pengawas (Dewas) Perumda Tirtauli yang lulus seleksi Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) yang dilaksanakan di Medan pada tanggal 8,10/9/2025 lalu.
Sebelumnya Tim Penguji UKK melakukan seleksi terhadap 9 daftar nama dan Wesly mengeluarkan pengumuman yang lolos untuk tahap Wawancara 2 dari unsur Pemerintahan dan 3 dari independen. Kelima Orang tersebut akan mengikuti Wawancara pada hari Senin (15/9/2025), pukul 09.30 Wib di kompleks Perkantoran Wali Kota Pematangsiantar. Dari 5 Orang yang mengikuti Wawancara akan diambil 3 untuk mengisi jabatan Dewas, 1 dari unsur Pemerintahan dan 2 dari Independen.
Namun pengumuman yang dikeluarkan oleh Wesly Kembali menjadi bahan pembicaraan hangat di berbagai kalangan Masyarakat Pematangsiantar.
“Sebelumnya sudah ada pembicaraan kalau kita menduga bahwa kursi jabatan Dewas Perumda Tirtauli Pematangsiantar itu akan diisi oleh orang-orang sekitar Wali Kota yang artinya kurang professional dalam penentuannya,” bilang KN salah seorang Pengamat kota Pematangsiantar, Sabtu (13/9/2025).
“Dua orang dari unsur Independen yang akan mengikuti wawancara pada hari Senin nanti itu semua memiliki hubungan kedekatan khusus dengan Wesly, Ilal Mahdi itu yang kita duga dan disebut-sebut sebagai Ketua Tim Sukses pemenangan pasangan Wesly-Herlina pada saat Pilkada, dan Tonggo Hutagaol itu kita duga kabarnya masih Saudara kandung dari Sekretaris Tim pemenangan Wesly, jadi semua ini masih orang dekatnya dan bukan karena kebetulan,” ungkap KN yang juga merupakan mantan Aktivis Pematangsiantar tersebut.
Dirinya juga menyoroti sikap Wesly Silalahi dalam mengambil kebijakan dalam menentukan Orang untuk mengisi jabatan di jajaran instansi dan birokrasi Pematangsiantar.
“Pengumuman Calon Dewas Perumda Tirtauli Pematangsiantar semakin memperkuat dugaan bahwa Wesly kurang bijaksana dan tidak independent dalam mengambil Keputusan, kita menduga bahwa dirinya masih dibayangi kepentingan orang-orang dekatnya dan tentunya ini akan menjadi hal yang dapat menghambat perkembangan dan kemajuan kota Siantar, karena semua bicara kepentingan,” ucapnya.
“Pengumuman itu juga kita duga membuktikan seakan bahwa untuk menempati suatu jabatan itu di masa Pemerintahan Wesly tidak perlu orang yang capable, namun dilihat dari segi kedekatan dan kepentingan,” bilangnya.
Keputusan Pengumuman calon Dewas Perumda Tirtauli Pematangsiantar diduga sarat dengan praktik KKN karena lebih mementingkan hubungan kedekatan dan kekeluargaan, tanpa mengindahkan Permendagri Nomor 37 tahun 2018, hal ini juga dikhawatirkan oleh Warga Pematangsiantar akan terjadi di jajaran Pejabat Perumda lainnya.
Hingga saat ini Wesly Silalahi Wali Kota Pematangsiantar Ketika dikonfirmasi terkait Calon Dewas Perumda Tirtauli yang didisi oleh orang yang memiliki hubungan kedekatan dengannya, hingga kini belum memberikan komentar.
Namun Wesly mengirimkan ayat-ayat Kitab Suci untuk menanggapi konfirmasi. (Snc)












