Since24News.com|Tapteng – Dalam dua hari terakhir, Senin (24/11/2025) hingga Selasa (25/11/2025), ada 20 peristiwa bencana alam yang terjadi di enam wilayah di Sumatera Utara (Sumut).
Keenam wilayah adalah Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Tapanuli Utara, Kota Sibolga dan Kepulauan Nias.
“Total ada 20 kejadian, terdiri dari 12 tanah longsor, 7 banjir, dan 1 insiden pohon tumbang,” kata Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara (Sumut) Kombes Ferry Walintukan, Rabu (26/11/2025).
Data sementara menyebutkan 19 orang warga menjadi korban banjir-longsor di seluruh Sumut, dengan rincian 10 orang meninggal dunia, 3 orang luka-luka dan 6 lainnya masih dalam pencarian.
Akibat peristiwa ini, sebanyak 1.902 KK terdampak dan 45 warga harus diungsikan di Tapanuli Tengah akibat longsor.
Sedangkan di Mandailing Natal, longsor mengakibatkan Jembatan Aek Inumon II tertutup sehingga membuat Sungai Batang Gadis meluap. Banjir merendam 470 rumah.
“Kota Sibolga menjadi kota paling terdampak banjir. Ada lima orang yang meninggal di sini, 3 luka-luka dan empat masih dalam pencarian. Sedangkan rumah yang rusak sebanyak 17. Empat warga lainnya yang meninggal ada di Tapanuli Tengah karena longsor dan satu korban jiwa tercatat akibat pohon tumbang di Tapanuli Selatan,” tuturnya.
Kemudian, di Kepulauan Nias longsor menutup jalan utama Desa Hiligodu, Gunungsitoli. “Di Nias tidak ada korban jiwa,” ujarnya.
Berdasarkan data yang diterima Polda Sumut, wilayah Tapanuli Utara mengalami 3 titik longsor yang mengakibatkan 1 warga luka-luka, merusak 2 rumah, serta menutup badan jalan. (Snc)











