Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 468x60
Berita

Warga Girsang Sipangan Bolon Dihebohkan Penemuan Bangkai Macan Akar

×

Warga Girsang Sipangan Bolon Dihebohkan Penemuan Bangkai Macan Akar

Sebarkan artikel ini
Gbr : Macan akar ditemukan dua hari berturut turut dalam posisi mati di kelurahan Girsang Sipangan Bolon, kabupaten Simalungun.

Since24News.com|Simalungun – Bangkai macan akar kembali ditemukan di wilayah Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Senin (26/1/2026) pagi.

Penemuan bangkai ini hanya berselang satu hari setelah penemuan bangkai macan akar lainnya di sekitar Jembatan Sisera-sera, Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum) menuju Kabupaten Toba.

Lurah Girsang, Rudy Sinaga, mengatakan penemuan bangkai macan akar kali kedua ini berjarak sekitar tiga kilometer dari titik penemuan bangkai sebelumnya.

Temuan bangkai macan akar beruntun ini memicu kekhawatiran warga, terutama mereka yang beraktivitas di kebun dan kawasan perladangan.

“Masih di wilayah Kelurahan Girsang. Jaraknya kurang lebih tiga kilometer dari lokasi semalam,” ujar Rudy, dilansir (26/1/2026).

Selain temuan bangkai satwa, masyarakat juga menyebutkan ada kemunculan hewan buas. Seorang petugas sutet di Nagori Sipangan Bolon melaporkan melihat hewan buas, yang diduga harimau di wilayah tersebut.

“Mereka pernah melihat harimau di wilayah Sitahoan. Warga meminta surat keterangan dari kantor pangulu untuk diajukan ke perusahaan agar dilakukan perlindungan, karena lokasi keberadaan hewan buas terlihat di sekitar Tower 289 dan Tower 311, daerah Talun Sungkit,” katanya.

Menyikapi kondisi tersebut, pemerintah kelurahan dan nagori mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Warga yang beraktivitas ke kebun diminta membawa alat pelindung diri sederhana untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Imbauan kami tetap waspada, apalagi kalau ke kebun. Bawa alat seperti golok atau peralatan lain untuk melindungi diri,” kata Rudy.

Pemerintah setempat juga telah menyiapkan langkah lanjutan dengan mengajukan surat permohonan kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) agar dilakukan penyisiran dan pemantauan di lokasi-lokasi yang dilaporkan sering dilalui satwa liar. “Sedang kita kerjakan suratnya,” ucapnya.

Sebelumnya, kabar penemuan bangkai yang sempat diduga anak Harimau Sumatera di Jalinsum Parapat, tepatnya di sekitar Jembatan Sisera-sera, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, pada Minggu siang (25/1/2026), sempat menghebohkan warga.

Namun, Kepala Seksi Bidang Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah II Pematangsiantar, Suyono, memastikan hasil pemeriksaan menunjukkan satwa tersebut bukan Harimau Sumatera.

“Berdasarkan pemeriksaan morfologi, pola tubuh, dan ukuran fisik, satwa itu dipastikan macan akar atau Prionailurus bengalensis,” katanya. (Snc)