Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 468x60
HukumKriminal

Orangtua Korban Pembunuhan di Huta Bayu Raja Desak Polisi Ungkap Misteri Pembunuhan Anaknya

×

Orangtua Korban Pembunuhan di Huta Bayu Raja Desak Polisi Ungkap Misteri Pembunuhan Anaknya

Sebarkan artikel ini
Gbr : Sepeda motor milik korban yang ditemukan di bahu jalan, Huta III nagori Pulo Bayu, kecamatan Huta Bayu raja.

Since24News.com|Simalungun – Ratni Silalahi (58) Ibu kandung Chu Wan Lee Simanjuntak (CWL/37) korban pembunuhan yang terjadi pada hari Rabu (11/2/2026) di Nagori Pulo Bayu, kecamatan Huta Bayu Raja, kabupaten Simalungun, mendesak Polisi agar mengungkap misteri pembunuhan yang dialami Putra kandungnya.

Ratni menduga bahwa setelah anaknya mengalami pemukulan botol minuman Bir saat cekcok dengan Benget Siburian (BS/42) terduga Pelaku di Cafe Situmorang, Nagori Pulo Bayu, Chu Wan Lee masih mengalami penganiayaan di jalan setelah pulang dari Café tersebut.

“Saya menduga anak saya meninggal bukan karena kecelakaan lalu lintas setelah dipukul pake botol Bir oleh si BS, kuat dugaanku mengatakan bahwa dia masih mengalami penganiayaan di jalan menuju pulang sehingga mengakibatkan anak saya meninggal,” ucap Ratni saat dihubungi media ini, Kamis (19/2/2026) sore.

Dirinya juga menduga bahwa pelaku pembunuhan putra kandungnya lebih dari Satu orang. “Selain itu saya juga menduga bahwa pelaku pembunuhan itu lebih dari Satu orang, saya minta agar Polisi dapat mengungkap misteri pembunuhan anak saya,” harapnya lirih.

J. Sagala salah seorang Keluarga Korban juga mendukung pernyataan Ratni Silalahi yang mendesak Polisi mengungkap cerita sesungguhnya misteri kematian korban.

“Polisi mengatakan menerima informasi dari warga bahwa pada hari itu (Rabu/11/2/2026) terjadi kecelakaan lalu lintas di Huta III nagori Pulo Bayu, kami menduga bahwa cerita keelakaan lalu lintas itu hanya rekayasa dari Pelaku yang kami duga lebih dari Satu Orang, sebab di sekitar jalan yang dilalui korban tidak ada rerumputan, tapi kenapa di TKP ada rumput di atas kereta korban sementara rumput yang terdapat di atas kereta korban adanya di Seberang jalan di wilayah kebun Sawit,” papar Sagala.

Ditambahkannya, “Lampu besar milik kereta Korban juga saat di Lokasi terdapat di roda belakang kendaraan, jadi kuat dugaan kami itu sengaja dirusak untuk menghilangkan jejak pembunuhan,” ujar Sagala.

Ratni dan Sagala mendesak agar Polisi segera mengungkap misteri pembunuhan tersebut yang diduga dilakukan lebih dari Satu orang.

Sebelumnya, AKP. Verry Kasi Humas Polres Simalungun mengatakan bahwa Polsek tanah Jawa berhasil menangkap  BS di kediamannya 7 jam setelah Polisi mengetahui peristiwa tersebut. Dari hasil cek TKP, olah TKP, autopsi, dan penyelidikan Unit Reskrim Polsek Tanah Jawa, terungkap fakta mengejutkan. Berdasarkan simulasi dari keterangan-keterangan yang telah diambil, korban setelah dipukul dengan botol dalam keadaan berdarah pergi menggunakan sepeda motor dan kehilangan kesadaran sehingga terjatuh di pengairan sawah sekitar TKP, ungkap AKP Verry.

Ahli forensik menyimpulkan korban mengalami pendarahan di kepala yang disebabkan oleh benturan keras akibat pemukulan oleh tersangka. (Snc)