Since24News.com|Toba – Wallen Hutahaean selaku Kepala Inspektorat kabupaten Toba melalui Lisma Siregar yang merupakan Inspektur Pembantu mengatakan bahwa pihaknya sedang mendalami adanya dugaan penyelewengan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di Puskesmas se kabupaten Toba.
Sebelumnya, saat dikonfirmasi Wallen juga memastikan akan mencek kebenaran informasi yang disampaikan kepadanya. “Terimakasih infonya, kita akan cek dulu,” ucap Wallen menanggapi konfirmasi, Kamis (12/2/2026).
Penelusuran terhadap dugaan adanya penyelewengan dan pungutan liar (Pungli) terhadap dana BOK tiap Puskesmas sekabupaten Toba, juga dijanjikan oleh Effendi napitupulu selaku Bupati Toba. Hal tersebut ditegaskannya Ketika dikonfirmasi. “Kami coba telusuri dulu,” tegas Bupati, Jumat (13/2/2026).
Dugaan terjadinya praktik pungli terhadap alokasi dana BOK Puskesmas sekabupaten Toba mencuat setelah beredarnya potongan pecrakapan grup Whatsapp yang diduga milik Kepala Puskesmas sekabupaten Toba.
Dalam percakapan itu, Seorang Kepala Puskesmas mengajukan permohonan pengunduran dirinya kepada Kepala dinas Kesehatan kabupaten Toba dengan alasan tidak tahan lagi terhadap intervensi yang terjadi kepadanya dalam penanganan dan pengelolaan Puskesmas namun intervensi tersebut terkesan mendapat pembiaran dari Kepala dinas tanpa ada pengayoman.
Selain itu Kepala Puskesmas (Kapus) itu juga mengeluhkan adanya pengurangan anggaran di Puskesmasnya senilai 200 Juta lebih untuk tahun 2026. Hal itupun dipertanyakan kepada seseorang bernama Rudi yang diduga merupakan seorang pegawai bagian program BOK di dinas Kesehatan Toba, dengan melontarkan sedikitnya pemberian uang dari Kapus tersebut.
“Karna sikit jalang-jalang (Salam-salam) kami ya ito Rudi?” tulis Kapus tersebut dalam perakapan.
Ungkapan adanya salam-salam itu langsung mendapat tanggapan keras yang terkesan bernada ancaman yang diduga datangnya dari Kadis Kesehatan Toba. “Tolong ini dihapus jangan menggali kubur sendiri,” demikian bunyi tanggapan tersebut.
Penggalan isi percakapan yang beredar tersebut menguatkan dugaan adanya praktik pungli atas alokasi dana BOK di seluruh Puskesmas kabupaten Toba yang dilakukan Dinas Kesehatan dengan bermoduskan ‘salam-salam’. Hal ini pun menjadi perhatian serius dari publik dan turut serta mendesak pihak Pemkab juga Aparat penegak hukum (APH) Toba untuk segera menelusuri serta menangkap yang terlibat di dalamnya.
Hingga saat ini dr. Freddi Sibarani selaku Kepala dinas Kesehatan kabupaten Toba masih bungkam atas konfirmasi yang dilayangkan kepadanya terkait isi perakapan grup Wa dan adanya dugaan pungli terhadap dana BOK Puskesmas di bawah kepemimpinannya. (Snc)











