Kadis Kesehatan Toba : Saya Juga bisa melakukan Evaluasi atas itu ya Bu
Since24News.com|Toba – Lagi-lagi kinerja dr. Freddy Sibarani selaku Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Toba sekaligus Plt. Kepala RSUD Porsea disoroti oleh para tenaga Kesehatan (Nakes) Rumah sakit Porsea, kabupaten Toba, Sumatera Utara.
Pengakuan salah seorang Nakes RSUD Porsea mengatakan, bahwa hingga saat ini Uang tambahan penghasilan pegawai (TPP) sejak bulan January 2026, belum dicairkan. Akibatnya, para Nakes yang mengabdi di RSUD tersebut pun mengeluh karena merasa haknya ditahan dan tak kunjung dicairkan.
“Kami jengkel, karena uang TPP sejak bulan January hingga sekarang sudah memasuki akhir bulan April belum juga dicairkan, kami tidak tau apa alasannya, padahal kami semua sudah memberesi apa yang mereka (Manajemen) minta termasuk tanda tangan,” ucap salah seorang Nakes RSUD Porsea, Jumat (24/4/2026).
Bukan hanya uang TPP, teranyar diketahui bahwa, Jasa Medis dan jasa umum seluruh Nakes RSUD Porsea juga belum terbayarkan sejak January 2026.
Tindakan Freddy Sibarani selaku Kadis Kesehatan sekaligus Plt. Kepala RSUD Porsea dituding kurang professional juga terkesan kurang mengayomi Anggotanya yang sangat membutuhkan haknya terpenuhi.
Merasa tidak tahan lagi karena hak-hak yang tidak kunjung diberikan, informasi yang diterima mengatakan ada Nakes RSUD Porsea yang memberanikan diri melapor dan mengadu kepada Bupati Toba Effendi Napitupulu secara pribadi.
“Ada yang sudah melapor secara pribadi kepada Bupati, karena memang betullah di saat perekonomian yang lagi susah saat ini sangat tidak wajar kalau hak-hak yang semestinya diterima tak kunjung diberikan, kebutuhan anak-anak kan banyak juga,” pungkas Nakes tersebut.
Namun sangat disesalkan pengaduan Nakes kepada Bupati Toba tersebut justru mendapat respon yang terkesan bernada intimidasi kepada Nakes tersebut dari dr. Freddy Sibarani. Bahkan Kadis Kesehatan itu juga menyebutkan kalau laporan Nakes tersebut ke Bupati akibat provokasi seseorang yang sudah terganggu mentalnya.
“Saya sangat kecewa Karena selama ini saya tidak pernah menganggu ibu dan tidak pernah mengambil hak ibu. Dan setiap ibu wa saya jawab. Jangan mau di provokasi orang yg sudah terganggu mentalnya. Krn wa ibu ke pimpinan itu sepertinya bukan tulisan mu, hanya pakai wa mu.
Saran saya utk tidak mengulang Krn saya bisa saja melakukan evaluasi juga atas itu ya Bu. Kita berteman kan?” kata Freddy kepada Nakes tersebut.
Freddy Sibarani Ketika dikonfirmasi melalui Marta KTU RSUD Porsea, mengatakan bahwa pencairan uang TPP saat ini sedang dalam proses.
“TPP sedang diproses Pak, Jasa medis juga dalam proses Pak, Kendala tidak ada Pak,” kata Marta dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/4/2026).
Ditanyai waktu semestinya pencairan dana-dana tersebut, Marta mengatakan sesuai rekapitulasi.
“Pencairan TPP sesuai dengan rekapitulasi daftar hadir yg di keluarkan oleh BKPSDM dan di tuangkan dalam rekapitulasi penerimaan perorangan dan wajib di tandatangani perorangan. Jika semua prosesnya cepat bisa per bulan namun semua tergantung prosesnya. Jasa medis tergantung kepada penerimaan RS dari klaim layanan kepada BPJS,” tambah Marta.
Beberapa Nakes di lingkungan Pemkab Toba juga menyayangkan sikap Freddy Sibarani yang dituding kurang professional dan terkesan kurang mengayomi anggotanya. Bahkan Nakes tersebut pun berharap kepada Bupati Toba untuk segera mengevalusi kinerja Freddy selaku Kadis Kesehatan dan Plt, Kepala RSUD Porsea agar segera mencopot dari Jabatannya.
“Sebelumnya Ombudsman RI juga sudah merekomendasikan kepada Kepala Daerah kabupaten Toba untuk melakukan pembinaan kepada Freddy Sibarani selaku Kadis atas dugaan pelanggaran yang dilakukannya, namun kami duga hingga saat ini pembinaan itu tidak kunjung diterimanya. Kemudian baru-baru ini beredar percakapan salah satu grup yang diduga di lingkungan Kesehatan kabupaten Toba, dimana salah seorang Kapus mengeluh atas pemotongan dana ke Puskesmasnya, hingga tercetus kalimat karena sedikitnya uang jalang-jalang yang diberikan, dan saat itu ada juga ancaman kepada kapus itu, sekarang masalah hak Nakes yang tak kunjung diberikannya, untuk itu kami berharap kepada Bupati Toba untuk segera mengevaluasi kinerja dr. Freddy Sibarani itu,” ungkap Nakes RSUD Porsea tersebut. (Snc)











