Since24News.com|Pematangsiantar – Semester pertama masa Pemerintahan Wesly Silalahi sebagai Wali Kota Pematangsiantar dinilai Warga belum menunjukkan hasil yang menyentuh bagi kehidupan dalam menunjang kesejahteraan hidup penduduk Pematangsiantar.
Wesly bahkan dinilai belum menjalankan apa yang menjadi program maupun janji politik saat menjadi Calon Wali Kota Pematangsiantar.
Selain dinilai belum menjalankan janji politiknya, Wesly juga diduga tidak independen Ketika mengambil kebijakan, bahkan ironisnya ‘Orang yang merasa dekat’ dengannya (Non ASN) diduga menjadi ‘Pengendali’ di kota Pematangsiantar.
Beberapa sektor penting di kota Pematangsiantar pun diduga telah dikuasai dan dikendalikan oleh Oknum orang yang merasa dekat dan selalu mengatasnamakan Wesly Silalahi.
Teranyar, kasus perseteruan Paket proyek di dinas ketahanan pangan yang menjadi polemik di kota Pematangsiantar hingga menyeret nama Oknum Petinggi di Kejari Kota pematangsiantar, dikatakan adalah akibat ulah orang yang mengaku dekat dengan Wali Kota.
Hingga beberapa sektor lainnya, termasuk perparkiran, Posisi jabatan ASN, pembagian paket proyek di kota Pematangsiantar diduga telah dikendalikan oleh Orang yang mengaku dekat dengan Wali kota Wesly Silalahi.
Wali Kota tersebutpun diduga tidak mampu independen dalam menjalankan kebijakan dan program Pembangunan kota Pematangsiantar. Melekatnya orang-orang dekatnya yang diduga dulunya adalah tim pemenangan saat menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) kerap menimbulkan keresahan bagi Warga dan Wesly pun diduga tidak mampu melepaskan diri dari lingkaran tersebut.
Saat ini, polemik dugaan niat orang-orang dekat Wesly Silalahi ingin berkecimpung di dunia BUMD Pematangsiantar Kembali menjadi pembicaraan hangat Ketika nama Ilal Mahdi muncul sebagai salah satu kandidat Dewan Pengawas Perumda Tirta Uli Pematangsiantar.
“Iya itu Ketua Tim Pemenangan calon Wali Kota (Wesly Silalahi), mau ngambil Dewan Pengawas Perumda Tirta Uli kota Siantar juga dia,” kata salah seorang Warga yang enggan identitasnya disebutkan.
Selain nama Ilal, turut juga nama salah satu keluarga Oknum Anggota DPRD Pematangsiantar berinisial M yang disebut-sebut sebelumnya sebagai salah satu Pengurus inti di Tim pemenangan Wesly-Herlina.
Kehadiran kedua nama tersebut pun dikomplin Warga dan meminta agar Wali Kota Wesly Silalahi segera mencabut dan membatalkan nama keduanya sebagai calonn Dewan Pengawas Perumda Tirta Uli Pematangsiantar.
“Saat ini yang lolos dari seleksi administrasi ada 9 orang, 2 dari unsur Pemerintahan dan 7 dari independent, semua ini akan menjalani seleksi pada tanggal 8 dan 10 September 2025 nanti, kemudian akan diumumkan pada 11 September 2025,” ucap salah seorang Warga memberikan informasi.
“Dari yang 9 ini nanti yang akan diambil 3 orang, 1 dari unsur Pemerintahan dan 2 dari independent, merekalah yang akan menjadi Dewan Pengawas (Dewas) masa jabatan 2025-2029,” tambahnya.
Warga pun berharap agar Wesly Silalahi dapat bersikap tegas dan netral dalam menjalankan roda Pemerintahan tanpa mengutamakan kepentingan orang-orang dekatnya, terlebih dalam proses seleksi untuk menduduki jabatan apapun.
Terpisah, hingga saat ini Ilal Mahdi Nasution dan keluarga Oknum Anggota DPRD berinisial M tersebut belum berhasil dikonfirmasi apakah nama yang tertera dalam daftar calon Dewas Perumda Tirta Uli tersebut merupakan mereka atau tidak. (Snc)











