Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 468x60
Berita Daerah

PJI-D Desak DPRD Simalungun Bawa Persoalan Baju Olah Raga ke Ranah Hukum

×

PJI-D Desak DPRD Simalungun Bawa Persoalan Baju Olah Raga ke Ranah Hukum

Sebarkan artikel ini
Gbr : Rudi Siallagan salah satu Pengurus PJI-D cabang Pematangsiantar-Simalungun desak persoalan pengadaan seragam Olah Raga di kabupaten Simalungun dibawa ke ranah hukum.

Since24News.com|Simalungun – Persoalan pengadaan baju Olah Raga ke Sekolah (SD,SMP) se-kabupaten Simalungun, semakin bergulir dan akhirnya mendapat reaksi keras dari Komisi IV DPRD kabupaten Simalungun. Dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan pihak dinas Pendidikan, beberapa Korwil dan perwakilan Kepala Sekolah diketahui bahwa penjualan seragam Olah Raga ke Sekolah oleh pihak luar tanpa koordinasi dan perintah dari Kepala dinas Pendidikan serta para Korwil setempat.

Akhirnya Abdul Razak Siregar selaku Ketua Komisi IV, memutuskan dalam RDP agar pihak sekolah menghentikan pembagian seragam Olah Raga tersebut kepada Siswa sembari menunggu pihak Komisi IV melakukan sidak ke lapangan.

“Sembari menunggu kami komisi IV akan melakukan sidak ke lapangan, kami meminta agar pembagian baju dihentikan sementara” pinta Razak dalam RDP.

Gbr : Seragam Olahraga yang dijual ke SD,SMP se-Simalungun dengan harga 240 Ribu.

Menanggapi hal tersebut Rudi Siallagan selaku Sekretaris Perkumpulan Jurnalis Indonesia-Demokrasi (PJI-D) cabang Pematangsiantar-Simalungun meminta agar pihak Komisi IV melakukan percepatan kegiatan sidak.

“Ini menyangkut keberlangsungan program pendidikan anak bangsa, selain itu kita tidak ingin bahwa dunia pendidikan di kabupaten Simalungun dicoreng oleh Oknum-oknum yang sengaja menggerogoti dengan cara hal-hal yang bertentangan dengan prosedur dan perundang-undangan di dunia pendidikan,” pungkas Rudi, Kamis (7/8/2025).

“Selain percepatan melakukan sidak kami juga meminta agar pihak Komisi IV DPRD Simalungun nantinya serius membawa persoalan ini ke ranah hukum, agar memberi efek jerah bagi Oknum-Oknum yang berniat merusak dunia pendidikan dengan mencari keuntungan pribadi maupun kelompok,” tegas Rudi.

Sebelumnya, pembahasan terkait seragam Olah Raga di Sekolah kabupaten Simalungun menjadi hangat ketika Oknum penjual diduga mengaku-ngaku sebagai orang dekat Bupati Anton Saragih. Hal ini pun menuai kritikan dari kalangan luas dan meminta agar Bupati Anton segera memberikan ketegasan. (Snc)