Since24News.com|Pematangsiantar – Aliansi Majelis Rakyat Berdaulat (Oposisi Sipil) menggelar demonstrasi di depan gedung Polres Pematangsiantar, Selasa (19/5/2026). Massa datang membawa sejumlah tuntutan, mulai dari desakan penangkapan pelaku pemukulan di Musyawarah Daerah (Musda) KNPI, hingga tuntutan pencopotan Kapolres Pematangsiantar.
Dalam orasinya, massa menilai kinerja AKBP Sah Udur Togi Marito Sitinjak tidak maksimal dalam menjaga kondusivitas kota. Mereka membentangkan spanduk dan meneriakkan yel-yel yang mengkritik kepemimpinan Sah Udur.
Ada empat poin utama yang menjadi sorotan tajam. Pertama tolak pemimpin seremonial. Massa menegaskan Pematangsiantar tidak membutuhkan sosok kapolres yang hanya mengutamakan kegiatan seremonial.
Kedua kriminalitas meningkat. Menurut massa, semenjak kapolres saat ini menjabat, angka kasus kriminal di Kota Pematangsiantar justru semakin marak. Massa juga menyoroti peredaran gelap narkoba yang dinilai kian mengkhawatirkan dan butuh tindakan tegas.
Terakhir tuntutan copot jabatan. Massa mendesak Kapolri untuk segera mencopot Kapolres Pematangsiantar dari jabatannya karena dianggap gagal memberikan rasa aman.
Koordinator Aksi, Fajar Matondang, mengatakan aksi ini merupakan bentuk kekecewaan mendalam dari masyarakat sipil terhadap penegakan hukum di Siantar.
“Hari ini kita menuntut Kapolres Pematangsiantar jangan membiarkan kasus kriminal dan narkoba marak di Kota Pematangsiantar. Karena tindak kriminalitas semenjak Ibu Kapolres menjabat semakin marak di kota ini. Kami juga menuntut Kapolres segera menangkap pelaku pemukulan di Musda KNPI,” ujar Fajar.
Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar AKP Sandi Riz Akbar datang menemui massa mewakili kapolres. Terkait kasus pemukulan di Musda KNPI yang menjadi pemantik utama aksi, Sandi memastikan polisi tidak tinggal diam dan perkara tersebut sedang berjalan.
“Laporan tersebut sudah kami tangani dan sudah kami ajukan pemeriksaan. Saat ini kami sedang menunggu proses selanjutnya,” ucapnya.
Sandi juga memberikan klarifikasi mengenai tudingan meningkatnya angka kriminalitas. Berdasarkan data resmi Polres Pematangsiantar, tren gangguan kamtibmas justru diklaim mengalami penurunan jika merujuk pada jumlah laporan yang masuk.
“Untuk tingkat kriminalitas, jika dilihat dari segi Laporan Polisi (LP) yang masuk, justru mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024 lalu berdasarkan data laporan yang kami terima,” tuturnya, dilansir dari Mistar.id.
Massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib setelah mendapatkan penjelasan, namun berjanji akan terus mengawal penuntasan kasus pemukulan KNPI dan pemberantasan narkoba di Kota Pematangsiantar. (Snc)







