Since24News.com|Simalungun – Anak Muda Bergerak (AMB) kabupaten Simalungun akan melakukan aksi meminta Kajari baru Simalungun H. Munawal Hadi, S.H., M.H., untuk mengevaluasi kasi Pidsus Kabupaten Simalungun karena dinilai terlalu lambat dalam merespon Laporan Masyarakat.
Kordinator aksi dan ketua Aliansi Anak Muda Bergerak Kabupaten Simalungun akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Simalungun Senin (24/11/2024). Dalam aksi yang akan digelar ini, massa mendesak Kajari baru segera mengevaluasi dan mencopot Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Simalungun, karena dinilai gagal menindaklanjuti laporan dugaan pungli dan korupsi proyek irigasi yang merugikan negara.
Koordinator Aksi sekaligus ketua anak muda bergerak Ahmad Fauzi, menegaskan bahwa Kepala kejari Simalugun H. Munawal Hadi, S.H., M.H., harus mengambil langkah tegas dalam kasus dugaan pungli pada Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi Kecil/Desa berupa peningkatan jaringan irigasi di Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun. Proyek yang dikelola Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II Medan Tahun Anggaran 2023–2024 tersebut disebut menelan anggaran sekitar Rp1,2 miliar.
“Tuntutan kami akan ini jelas, yakni meminta Kepala kejari Simalungun H. Munawal Hadi, S.H., M.H., segera menindaklanjuti laporan dugaan korupsi dan pungli yang melibatkan Sumarli serta pihak terkait di BWS Sumut II. Dan kami mendesak agar Kajari baru Simalungun untuk mengevaluasi Kasi Pidsus karena dianggap tidak serius menangani kasus ini,” ujar Fauzi, Rabu (19/11/2025)
Ditambahkannya, laporan masyarakat mengenai kasus tersebut telah disampaikan sejak beberapa bulan lalu, namun hingga kini belum ada tindak lanjut yang jelas. Hal itu, kata Fauzi, menimbulkan dugaan bahwa ada unsur pembiaran dari oknum penegak hukum di tingkat daerah.
“Kasi Pidsus Simalungun seakan sengaja membiarkan laporan kami tanpa progres. Ini bentuk ketidakseriusan yang patut dipertanyakan,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Fauzi juga menegaskan komitmen aliansinya anak muda bergerak untuk terus mengawal laporan masyarakat terkait dugaan pungli proyek irigasi. Ia menilai praktik korupsi yang terjadi di daerah menjadi penghambat besar bagi pembangunan serta merugikan masyarakat luas. “Kami tidak akan berhenti sampai kasus ini dibongkar. Kami akan akan melakukan aksi dalam bulan ini dan siap turun ke jalan,” ungkap Fauzi. (Snc)







