Since24News.com|Pematangsiantar – Iran resmi memberikan izin terbatas bagi tiga negara untuk melintasi Selat Hormuz di tengah ketegangan kawasan.Pakistan, India, dan Turkiye menjadi negara yang mendapat akses aman setelah melalui proses negosiasi. Kebijakan ini dinilai penting karena Selat Hormuz merupakan jalur vital distribusi energi dunia.
Sementara itu, Indonesia belum masuk dalam daftar negara yang memperoleh izin khusus dari Iran. Ketegangan di kawasan Timur Tengah berdampak luas pada jalur distribusi energi global, khususnya di Selat Hormuz. Jalur ini menjadi krusial karena dilalui sebagian besar pengiriman minyak dunia.
Pemerintah Iran sempat mengancam akan menutup selat tersebut, bahkan memperingatkan akan menyerang kapal yang melintas tanpa izin. Ancaman ini langsung memicu lonjakan harga minyak dunia.
Di tengah kabar tersebut, sempat beredar informasi bahwa kapal milik Pertamina diizinkan melintasi Selat Hormuz. Namun, kabar ini telah dibantah oleh pihak perusahaan.
Perwakilan PT Pertamina International Shipping menegaskan bahwa tidak ada kapal Indonesia yang mendapatkan izin khusus dari Iran untuk melintas di jalur tersebut.
Saat ini, beberapa kapal Indonesia memang berada di kawasan Timur Tengah, namun posisinya tersebar dan tidak semuanya berada di jalur Selat Hormuz.
Empat kapal milik Pertamina tercatat berada di wilayah tersebut, yakni Gamsunoro, Pertamina Pride, PIS Rinjani, dan PIS Paragon.
Dua kapal di antaranya dilaporkan telah menjauh dari area konflik, sementara dua lainnya masih berada di kawasan Teluk.
Situasi ini membuat Indonesia belum termasuk dalam daftar negara yang mendapatkan izin melintas dari Iran, sekaligus menunjukkan kehati-hatian dalam menghadapi kondisi geopolitik yang memanas. (Snc)









