Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita DaerahHukum

Isi Percakapan Bocor, Terungkap Pengelolaan Dana BOK Dinkes Toba Beraroma Pungli

×

Isi Percakapan Bocor, Terungkap Pengelolaan Dana BOK Dinkes Toba Beraroma Pungli

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

Since24News.com|Toba – Geger, diduga pembicaraan di grup whatsapp (WA) dinas Kesehatan (Dinkes) lingkungan Pemerintah kabupaten Toba (Pemkab) bocor, isinya mengagetkan hingga ada kalimat yang beraroma pengancaman yang diduga kuat berasal dari Kepala dinas Kesehatan (Kadinkes) Toba dr. Freddi Sibarani yang mengatakan “Tolong ini dihapus jangan menggali kubur sendiri”.

Kalimat yang berbau ancaman yang diduga berasal dari Kadinkes Toba tersebut juga diduga ditujukan kepada salah seorang kepala Puskesmas di lingkungan Pemkab Toba, setelah Kapus itu menanyakan kepada seorang Pegawai di Dinkes Toba terkait salam-salam yang diberikan tergolong sedikit, “Karna sikit jalang jalang kami ya ito Rudi?” demikian kalimat yang dilontarkan sang Kapus sehingga menuai ancaman.

Di percakapan sebelumnya, terlihat bahwa Kapus yang menerima ancaman tersebut juga mengeluhkan jabatan dan pelayanannya yang terlalu mendapat intervensi dari berbagai pihak namun tidak mendapatkan pengayoman dari kepala Dinas Kesehatan Toba.

“Ijin bolehnya mundur jadi Kapus per hari ini Pak Kadis. Karna dah gak tahan lagi dengan intervensi intervensi yang terjadi selama ini. Maksud saya gak ada pengayoman dari atasan untuk kepala Puskesmas. Mau hidup tenang bersama suami dan anak-anak,” tulis Ibu Kapus tersebut.

Selain meminta pengunduran dirinya, Kapus itu juga mengeluhkan anggaran dana bantuan Operasional Kesehatan (BOK) untuk Puskesmasnya yang mengalami pengurangan hingga 200 Juta di tahun 2026.

“Kenapa berkurang hingga 200 jutaan kemudian Puskesmas lain bertambah, trus Puskesmas lain ada naik hingga 300 Jutaan, mohon penjelasannya ito,” tulis Ibu Kapus.

Setelah mengeluhkan pengurangan dana BOK di Puskesmas yang dipimpinnya, akhirnya Ibu Kapus tersebut membongkar adanya dugaan praktik pengutipan uang dari dinas terhadap Puskesmas, dengan sandi jalang-jalang (salam-salam-Red).

“Karna sikit itu jalang-jalang kami ya ito Rudi?” bilang Kapus dan diduga langsung dijawab oleh Kadis Kesehatan Toba ; “Tolong ini dihapus jangan menggali kubur sendiri”.

Isi percakapan yang diduga berlangsung di grup wa tersebut menimbulkan dugaan bahwa adanya praktik-praktik intervensi dari luar pihak Puskesmas yang menimbulkan beban bagi Penanggungjawab Puskesmas khususnya pada penyaluran dana BOK yang bertujuan menguatkan pelayanan Kesehatan Masyarakat di luar Gedung Puskesmas.

Rudi salah seorang Pegawai dinkes Toba di bidang program Bok Ketika dikonfirmasi media ini pada hari Rabu (11/2/2026) terkait isi percakapan tersebut, hingga saat ini belum memberikan tanggapan. Hal serupa juga dilakukan oleh dr. Freddi Sibarani selaku Kadis Kesehatan kabupaten Toba, dikonfirmasi media ini, Kamis (12/2/2026) pagi, hingga saat ini tak kunjung berkomentar.

Sekedar informasi, Pekan lalu Ria Agustina Hutabarat, eks Kepala Puskesmas kecamatan habinsaran, kabupaten Toba divonis hukuman 1 tahun penjara oleh Hakim Pengadilan Tipikor negeri Medan karena terbukti bersalah korupsi pengelolaan dana BOK dan JKN tahun 2024.

Hal ini juga menimbulkan dugaan adanya penyimpangan dan penyelewengan dana serupa di beberapa Puskesmas di kabupaten Toba yang perlu diusut dan diperiksa oleh Penegak hukum guna pemberantasan korupsi. (Snc)