Since24news.com|Pematangsiantar – kondisi jalan Patuan Nagari, kecamatan Siantar Utara, Pematangsiantar, Sumatera Utara, kian hari semakin memprihatinkan akibat macet berkepanjangan yang seakan tidak memiliki solusi untuk mengatasinya.
Jalan Patuan Nagari yang juga merupakan lokasi luar Pasar Dwikora Parluasan saa,t ini dipenuhi oleh Pedagang Kaki Lima (PKL), yang terkesan mengabaikan hak pengguna jalan raya tersebut.
Lebih dari setengah ukuran lebar jalan raya tersebut saat ini digunakan oleh para PKL, yang menjajakan barang dagangannya di bahu jalan.
Kondisi tersebut memberatkan para pengguna jalan, namun para petugas yang memiliki wewenang untuk mengembalikan fungsi jalan raya tersebut ke semestinya seakan tidak memiliki daya dan hanya pasrah melihat kesemrawutan kondisi jalan itu.
Teranyar, terendus informasi yang mengatakan bahwa keberanian para Pedagang Kaki Lima tersebut menjajakan barang dagangannya di badan jalan dikarenakan mereka telah menyewa atau membeli lahan itu dari oknum tertentu.
“Abang lihat saja kondisi itu, mereka (PKL) sudah jualan di badan jalan, kendaraan (Sepeda motor) mereka pun di parkir di dekat barang dagangannya, apa gak makin macet jalan ini,” kata seorang Ibu yang berdomisili di jalan Patuan Nagari, Rabu (5/8/2026).
“Lahan (badan jalan) yang mereka tempati itu rata rata disewa atau ada juga yang sudah dibeli dari oknum tertentu, seperti Pedagang yang didepan rumah kami itu lah (sambil menyebutkan jenis dagangannya) lahannya itu dibeli senilai 50 juta rupiah, abang bayangkanlah apa gak rusak kali kota kita ini, jalan raya saja diperjual belikan,” tambahnya.
Salah seorang petugas dinas perhubungan kota Pematangsiantar yang setiap harinya bertugas di lokasi tersebut, membenarkan kesemrawutan kondisi jalan patuan nagari tersebut.
“Itu memang tidak kami pungkiri lae, tapi kalau hanya kaminya tidak memiliki kemampuan untuk menertibkan itu,” bilang Oknum dinas perhubungan itu, Rabu (5/8/2026).
Dirinya juga tidak memungkiri adanya jual beli maupun sewa menyewa lahan atas badan jalan yang digunakan para PKL.
“Soal itu memang sudah lama terdengar namun kami tidak tau dari siapa mereka dapatkan itu, makanya para pedagang itu berani parkirkan kendaraannya dekat barang dagangannya meski sudah berapa kali kami tegur,” pungkasnya.
Warga kota Pematangsiantar dan para penduduk jalan Patuan Nagari khususnya sangat berharap agar para Pedagang Kaki Lima tersebut segera dipindahkan ke kompleks pasar Dwikora Parluasan.
Terpisah, Bolmen Silalahi selaku Direktur Utama Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PD PHJ) Pematangsiantar, ketika dicoba dikonfirmasi oleh media ini, hingga saat ini belum memberikan komentar. (Snc)











