Since24News.com|Simalungun – Dunia pendidikan di kabupaten Simalungun kembali mengeluh karena merasa terganggu dengan ulah Oknum-oknum yang ingin meraih keuntungan dari Anggaran sektor pendidikan. Kehadiran Oknum yang mengobok-obok dunia pendidikan dengan mengaku ngaku sebagai orang dekat Bupati (Anton Achmad Sargih) sangat mengganggu konsentrasi proses belajar mengajar dan kemerdekaan pihak dunia pendidikan dalam menentukan kebijakan di Wilayah maupun di Sekolah masing-masing.
Teranyar, setelah Foto pasangan Presiden dan Bupati Simalungun ‘dimainkan’ di seluruh kantor Instansi dan Sekolah se-Simalungun dengan harga yang tidak familiar, kini diduga Oknum yang mengaku sebagai Orang dekat dengan Bupati Anton bertandang ke seluruh SD dan SMP Negeri yang ada di Tanoh Habonaron Do Bona dengan membawa seragam Olahraga dengan berbagai ukuran untuk dijual ke seluruh Siswa.
Harapan Oknum yang mengaku orang dekat Bupati tersebut semula agar Seragam tersebut dianggarkan dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), namun Kepala Sekolah tidak berani hingga akhirnya disepakati dibebankan kepada Orangtua Siswa.
“Semula gak ada pemberitahuan akan ada seperti ini tiba-tiba diberikan seragam untuk anak saya, seragamnya ukuran XL dan kebesaran untuk ukuran anak saya, tapi namanya disuruh ya diterima saja,” ucap salah seorang Wali Siswa SMP Negeri 2 Tanah Jawa.
Dirinya mengakui bahwa Seragam tersebut telah dibayarkannya dengan harga RP.240.000,- (Dua Ratus Empat Puluh Ribu Rupiah).
“Sudah, sudah saya bayar 240 Ribu karna harus katanya, jadi yang diterima itu Sepasang baju Olah Raga, 1 Topi, 1 Dasi, 1 atribut Merah Putih dan 3 atribut alamat Sekolah, semuanya 240 Ribu,” ungkapnya.
Menurutnya harga tersebut jauh lebih mahal dari harga semestinya.
“Namanya juga bukan program Sekolah ya, pasti jauh lebih mahal, namun sangat disayangkan kalau sampai hari ini saja Dunia Pendidikan itu jadi lahan ajang bisnis bagi oknum tertentu, kapan majunya kabupaten ini, kalau sikit-sikit anggar Orang dekat Bupati, pertarungan (Pilkada) sudah selesai tidak ada lagi istilah seperti itu,” pungkasnya.
Beredar info bahwa disebut-sebut oknum yang diduga mengaku sebagai orang dekat Bupati Simalungun tersebut seorang pria berinisial Wwan Srgh. Kendati begitu Wwan Srgh tidak bergerak sendiri, dengan dibantu beberapa ‘Pemain’ lainnya group yang diduga mengaku orang dekat Bupati tersebut akan mendatangi setiap SD, SMP Negeri se-Simalungun.
Salah seorang Wali Siswa lainnya mengatakan bahwa harga yang ditetapkan untuk paket Seragam Olahraga tersebut jauh melebihi harga semestinya.
“Terlalu mahal lah itu, saya juga baru memasukkan anak ke Sekolah Swasta dan beli seragam Olahraga dari Sekolah itu karena diprogramkan, untuk sepasang baju Olahraga harganya 100 Ribu, Topi 20 Ribu, Dasi 15 Ribu, Atribut 10 Ribu, Logo merah Putih 5 Ribu, jadi semua totalnya Rp.150 Ribu, jauh lebih mudah dan murah kalau Sekolah yang menyelenggarakan itu,” Bilang Ibu yang enggan identitasnya dicantumkan.
Terkait kehadiran Oknum-oknum yang diduga mengaku orang dekat Bupati Simalungun tersebut ke seluruh SD, SMP se-Simalungun dan meresahkan seluruh Kepala Sekolah serta Koordinator Wilayah (Korwil), hingga saat ini Sudiahman Saragih selaku Kepala Dinas pendidikan kabupaten Simalungun ketika dikonfirmasi tidak memberikan komentar dan lebih memilih diam. (Snc)











