Since24News.com|Tapteng – Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, menyatakan pihaknya bersama BPBD tengah menyiapkan titik-titik evakuasi warga terdampak banjir dan longsor.
Penetapan status tanggap darurat diputuskan Selasa (25/11/2025) malam.
Pemerintah Kab Tapanuli Tengah akan menentukan titik evakuasi seperti GOR, sekolah, rumah ibadah dan lain-lain untuk penampungan korban banjir dan longsor, dan juga pemerintah akan menyiapkan dapur umum serta pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak musibah banjir. Serta bantuan sosial juga akan segera dikirm ke Tapteng.
Bupati juga sudah berkoodinasi dengan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang dalam 1 atau 2 hari kedepan akan turun ke lokasi (Tapteng).
Dan juga musibah banjir dan longsor ini juga sudah disampaikan juga kepada Wakil Ketua DPR RI Summi Dasco Ahmad dan akan segera melaporkan ke presiden Prabowo Subianto.

Sebanyak 10 orang dilaporkan tewas dan 2.393 kepala keluarga (KK) terdampak akibat rangkaian bencana yang melanda sejumlah daerah di Sumatera Utara. Berdasarkan data Polda Sumut hingga Selasa (25/11/2025), tercatat 20 kejadian bencana terdiri dari 12 tanah longsor, 7 banjir, dan 1 pohon tumbang yang tersebar di enam kabupaten/kota, yaitu Tapanuli Tengah, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Kota Sibolga, dan Nias.
Bencana tersebut menyebabkan 10 warga meninggal dunia, 3 orang luka-luka, dan 6 lainnya masih dalam pencarian. Selain itu, sebanyak 2.393 KK terdampak, dengan 445 warga mengungsi, sementara sejumlah akses jalan utama tertutup material longsor dan genangan banjir.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan menegaskan bahwa seluruh personel telah dikerahkan untuk membantu warga. “Kami memastikan seluruh kekuatan dikerahkan untuk membantu warga. Evakuasi, pencarian korban, hingga pembukaan akses jalan dilakukan tanpa henti. Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera menghubungi petugas jika membutuhkan bantuan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa malam. (Snc)







